PERKEDEL.

Mm.. kembali dengan postingan mengenai makanan.

Just two days ago, saya and the gang *asik yaa! haha” tiba2 ga pengen pulang ke kosan. Jadi muter2an lah kita. Ke circle k, udah. Ke atm, udah. Kemana lagi doooooong? Lalu temanku si akar serabut mengusulkan suatu hal “perkedel bondon aja yu!” Okee! Brangkuuuuuts! Dengan sotoy nya kami menuju kesana hanya dengan clue “deket stasiun”. Udah muter2 ehhh ga ktemu2 juga. Akhirnya si akar serabut menelpon temanku untuk bertanya dimanakah si perkedel bondon tersebut. Setelah dijelaskan sampailah kami di perkedel bondon tersebut. Tempatnya? Bronx banget booo! Hahahah

Oh ya, fyi, bondon itu artinya perce loh PER**! bukan karna pernah didatengin sama pak bondan winarno dr wisata kuliner. Katanya sih itu bahasa sunda.

Turun lah kita ke warung perkedel itu. Bingung lah kita harus gimana ni tata cara prosedur pemesanannya. Soalnya ko rame bgt!! Padahal udah jam 11 malem. Akhirnya si akar serabut mendatangi ibu2 yang dia kira seorang penjual perkedel. Si ibu itu bilang “Ambil nomer dulu. Nanti tunggu panggilan” dengan muka ngga enak bgt. Ya iya lah, siapa juga yg punya muka enak kalo dipikir tukang perkedel. Bego loooooooooo! Hahahaha.

Ternyata kita mendapat nomor panggil urutan ke 28! OMG! Dan itu baru aja dipanggil nomer 5. Jauh juga ya bedanya. Tapi apa mau dikata, rasa penasaran sudah menggelitik di dalam dada. Dengan sabar lah kami menunggu. Setelah cukup lama menunggu berdiri, kami memutuskan untuk menunggu di dalam mobil temanku si uda padang yang diparkir dekat situ.

Bingung mau ngapain akhirnya kita bermain kartu. Chapsa lebih tepatnya. Tapi temanku si lambat dan pengantuk malah memilih untuk menutup mata. Pertandingan pertama dimenangkan oleh ku! You guys are so LAME, boys! 😀

Setelah permainan kartu, kami bermain hal2 lainnya seperti adu jempol, pukul2an, lomba cerita jayus dan tebak2an. Waktu terus berlalu hingga saatnya tibalah nomor kami dipanggil. Keluarlah si uda padang mengambil perkedel hangat tersebut. Lalu kami melihat jam dan ternyata… waktu sudah menunjukkan pukul 1.30 booo! Giloooooooo! We spent 2 jam 30menit hanya untuk 10buah perkedeeeeeeeeeeel! Masaknya lamaaaaaaaaaaaaaa bgt! Mungkin karena mereka goreng nya aja di dua kali kali yah.

Lalu datanglah uda padang dan kantong plastik hitam keramat tersebut. Perkedel nya bulet-bulet berbeda dengan perkedel yang biasanya pipih.  Dan perkedel nya tu kulitnya krispy! Kayak bakso goreng toko yu. Tapi jangan salah, setelah kita gigit kulitnya, yummmmmmm… kentang dalamnya sangat lembut dan sedap. Aduh enak bgt deh!! Dalemnya itu loooooh.. lembuuuuuut bgt! Kentangnya tampaknya ditumbuk sampai haluuuuuuus sekali. Dan ketika kita memakannya, dalemnya tu masih ngepul asap2 sisa dari penggorengan. Bayangkan mashed potato hangat dibalut dengan kulit krispy yang kriuk kriuk. Yummmmmm… Perkedel hangat sangat cocok dimakan pada malam hari yang dingin. Never taste perkedel like this before. This is a must try! *Tapi apa jadi kerasa enak karena nunggunya lama bgt ya? hahaa

Ini dia perkedel bondon!

Ini dia perkedel bondon!

Sambal juga disajikan untuk dimakan bersama dengan perkedel nya. Tapi rekomendasi kita sih ngga usah dimakan sambelnya. Karena akan menyamarkan rasa perkedel kentangnya yang begitu pas di lidah.

Well, now it is up to u.

 more than 2hours queue, are you up for it?

Advertisements

One response to “PERKEDEL.

  1. Inddddooooooo..!!!
    si lambat dan pengantuk??
    siallaaaannnn..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s